Monday, 26 September 2016
Monday, 30 March 2015
Cara Menanam Dengan Sistem Aeroponik
Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam sayuran diudara tanpa penggunaan tanah, nutrisi disemprotkan pada akar tanaman, air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Air dan nutrisi disemprotkan menggunakan irigasi sprinkler.
Sayuran hasil budidaya dengan sistem aeroponik terbukti mempunyai kualitas yang baik, higienis, sehat, segar, renyah,
beraroma, dan disertai citarasa yang tinggi. Sayuran aeroponik dapat
mengisi peluang kebutuhan tingkat masyarakat menengah ke atas. Oleh
karena itu, sistem aeroponik mulai banyak dikembangkan di Indonesia.
Aeroponik
berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya.
Jadi aeroponik adalah memberdayakan udara. Sebenarnya aeroponik
merupakan suatu tipe hidroponik (memberdayaakan air) karena air yang
berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar
tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan
hara tersebut.Manfaat
Sistem aeroponik dapat memberikan manfaat bagi petani yang tidak
mempunyai lahan, karena aeroponik tidak membutuhkan tanah, tetapi media
tanam yang berupa Styrofoam yang akarnya menggantung di udara. Sehingga
bisa dijadikan sebagai lahan di pekarangan rumah.
Prinsip dari aeroponik adalah sebagai berikut: Helaian Styrofoam diberi
lubang-lubang tanam dengan jarak 15 cm. dengan menggunakan ganjal busa
atau rockwool, anak semai sayuran ditancapkan pada lubang tanam
tersebut. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah helaian
Styrofoam, terdapat sprinkler (pengabut) yang memancarkan kabut larutan
hara ke atas hingga mengenai akar.
Salah satu kunci keunggulan budidaya aeroponik ialah oksigenasi dari
tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Selama
perjalanan dari lubang sprinkler hingga sampai ke akar, butiran akan
menambat oksigen dari udara hingga kadar oksigen terlarut dalam butiran
meningkat. Dengan demikian proses respirasi pada akar dapat berlangsung
lancar dan menghasilkan banyak energi. Selain itu dengan pengelolaan
yang terampil, produksi dengan sistem aeroponik dapat memenuhi kualitas,
kuantitas dan kontinuitas.
Kelebihan Sistem Aeroponik
- Sistem aeroponik membantu lingkungan dengan menghemat air,
- mengurangi jumlah tenaga kerja manusia yang terlibat.
- Karena akar di udara, tanaman menerima lebih banyak oksigen.
- Oksigen tambahan yang tanaman terima dapat meringankan pertumbuhan patogen berbahaya.
- Tanaman dapat memanfaatkan karbon-dioksida yang kaya oksigen di udara untuk melakukan fotosintesis.
Peralatan yang di butuhkan untuk membuat sistem Aeroponik sebagai berikut :
1. Jaringan Irigasi Sprinkler
2. Jet Pump (pompa air)
3. Nozzle Sprinkler
4. Pipa Paralon/PVC
5. Pipa Etilen
6. Rokcwool
7. Styrofoam
8. Larutan Nutrisi
9. Bibit Tanaman
Cara Kerja
Penggunaan sprinkler dapat menjamin ketepatan waktu penyiraman, jumlah air dan keseragaman distribusi air di permukaan tanah secara terus-menerus selama produksi tanaman dengan masukan tenaga kerja rendah. Cara tersebut dapat menciptakan uap air di udara sekeliling tanaman serta memberikan lapisan air pada akar, sehingga menurunkan suhu sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi.
Sistem pancaran atau pengabutan dapat diatur secara intermittend, nyala-mati (on-off) bergantian menggunakan timer, asal lama mati (off) tidak lebih dari 15 menit karena di khawatirkan tanaman akan layu. Bila pompa dimatikan, butiran larutan yang melekat pada akar dapat selama 15 – 20 menit. Pancaran atau pengabutan juga dapat hanya diberikan pada siang hari saja. Namun, cara ini kurang dianjurkan karena kesempatan pemberian nutrisi pada tanaman menyusut.
sumber :carahidroponik.
Cara Menanam Cabe Hidroponik dalam Polybag
Siapa yang belum pernah makan cabe? Dapat dipastikan bahwa setiap orang di dunia pernah memakan hasil bumi yang satu ini. Kendala yang sering dihadapi oleh konsumen adalah harga cabe yang tidak tentu bahkan cenderung mengalami peningkatan diakibatkan persediaan cabe di pasaran yang tidak mencukupi, sehingga sulit untuk mendapatkan cabe. Sebagai solusi, pembaca dapat mencoba untuk membudidayakan cabe sendiri di halaman rumah. Bagi pembaca yang tidak mempunyai halaman rumah yang luas dan sulit menggunakan tanah, dapat mencoba cara menanam cabe hidroponik dengan menggunakan media polybag.

Cara menanam cabe secara hidroponik dimulai dengan tahap pertama yaitu pembibitan. Pilihlah buah cabe yang telah masak dan berbentuk sempurna. Irislah buah cabe tersebut secara memanjang untuk mengeluarkan biji cabe yang akan dijadikan sebagai bibit. Setelah biji dikumpulkan, cuci bersih dan rendam dalam air untuk mendapatkan biji cabe yang benar-benar sesuai untuk pembibitan. Biji cabe yang mengapung dalam air harus segera dibuang karena kualitasnya buruk dan nantinya tidak dapat tumbuh dengan optimal. Setelah proses seleksi biji selesai, segera dilakukan proses persemaian.
Biji cabai yang akan disemai direndam terlebih dahulu dalam air untuk memicu pertumbuhan kecambah. Sambil menunggu proses perendaman, pembaca dapat menyiapkan wadah semai dan media tanam yang akan digunakan. Sebagai wadah semai dapat digunakan wadah plastik bekas yang kondisinya masih bagus. Cara menanam cabe hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, melainkan dapat menggunakan sekam bakar dan coco peat dengan perbandingan 1:1. Cara tanam cabe hidroponik berikutnya yaitu menaburkan biji yang telah direndam ke dalam wadah semai secara merata dan ditutup dengan plastik tipis untuk menghindarkan biji dari gangguan. Tempatkan wadah di lokasi yang lembab dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
Biji cabe yang telah disemai selama satu minggu pada umumnya telah berkecambah dan siap untuk mulai dipaparkan sinar matahari secara langsung untuk menguatkan pertumbuhan bibit. Supaya nantinya tanaman cabe bisa berbuah dengan lebih cepat, sebaiknya pembaca memotong ujung cabang daun jika daun sejati telah tumbuh. Setelah proses pembibitan telah berhasil, saatnya pembaca mempelajari cara menanam cabe hidroponik berikutnya yaitu memindah bibit cabe ke media yang lebih permanen yaitu polybag. Sebelum memulai proses pemindahan, pembaca perlu menyiapkan polybag dengan ukuran 40×40 cm yang mempunyai lubang pembuangan air dan tentunya telah diisi dengan sekam bakar dan cocopeat dengan takaran 1:1.
Cara tanam cabai hidroponik proses pemindahan yaitu dengan memilih bibit cabe yang telah memiliki daun sejati sejumlah 4 hingga 5 helai yang sehat dan berbentuk bagus. Kemudian segera pindahkan bibit yang telah dipilih ke dalam polybag secara hati-hati. Sebaiknya setiap polybag ditanami satu buah bibit supaya pertumbuhan tiap bibit tidak saling mengganggu pertumbuhan. Setelah selesai ditanam, segera siram dengan air yang cukup untuk membuat proses pertumbuhan bibit semakin bagus. Pembaca yang telah paham dengan cara menanam cabe hidroponik saatnya mengetahui cara perawatan tanaman cabe.
Cara budidaya cabe hidroponik membutuhkan perawatan yang tepat, seperti disiram air secara rutin untuk menjaga kesegaran dan pertumbuhan tanaman. Selain itu, pembaca perlu menjaga tanaman khususnya bagian daun dari gangguan hama yang dapat berakibat buruk pada pertumbuhan tanaman. Demikian penjelasan penulis mengenai cara menanam cabe hidroponik, semoga dapat menjadi referensi penting dalam berbudidaya tanaman cabe.
sumber:http://caraberkebun.com/
Monday, 16 March 2015
Cara Menanam Hidroponik Sederhana Dengan Sistem Rakit Apung (Water culture)
Sistem water culture / rakit apung adalah yang sistem paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif. Platform yang memegang tanaman biasanya terbuat dari styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi. suplai oksigen ke akar tanaman menggunakan pompa aquarium yang dimasukkan ke dalam bak penampung nutrisi hidroponik.
Kelemahan terbesar dari sistem semacam ini adalah bahwa sistem rakit apung tidak bekerja efektif pada tanaman besar atau pada tanaman jangka panjang.
Cara bertanam hidroponik yang sederhana dengan sistem rakit apung, salah satunya adalah dengan sistem rakit apung (Water culture).
Bibit sayuran tanaman yang membutuhkan air banyak dengan jangka waktu tanam relatif singkat ( kangkung, sawi sawi-an, seperti Sawi Caisim, Sawi Pak Choy, Sawi Bakso, Sawi Bunga dan Sawi Petsai). sebelumnya dilakukan penyemaian di media sekam bakar/ cocopeat sampai tumbuh daun 2-3 helai daun sejati.
Untuk membuat Sistem Rakit apung sederhana peralatan yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut
- Sebuah bak plastik yang berukuran 50 x 30 cm, lalu tinggi 20 cm yang berguna untuk menampung adanya larutan nutrisi;
- Rockwool sebagai media tanam;
- Gelas air mineral sebagai net pot sebagai wadah tumbuhnya si kangkung;
- Sediakan juga styrofoam yang berukuran 50 x 30 cm;
- Cutter yang gunanya untuk memotong bagian stryrofoam.
- Aluminium foil sebagai pelapis styrofoam.
- Paku untuk melubangi beberapa bagian dari gelas air mineral.
- Menempatkan bak plastik pada area yang terkena cukup sinar matahari,
- Senantiasa jaga kondisi cairan nutrisi agar senantiasa ada,
- Pastikan akar Tanaman tetap menempel pada larutan nutrisi.
Prinsip pada bertanam secara hidroponik rakit apung adalah dengan menempatkan tanaman terapung tepat berada di atas cairan nutrisi. Kelebihan dari metode ini adalah nantinya tanaman akan mendapatkan pasokan air dan juga nutrisi secara rutin, sehingga bisa memudahkan perawatan.
ilustrasi dari sistem hidroponik rakit apung sederhana menggunakan bak air.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Pertama-tama, potonglah styrofoam sesuai dengan kebutuhan ukuran permukaan pada bak plastik, kemudian lapisilah menggunakan alumunium foil.
2. Buatlah lubang di permukaan styrofoam, dengan jarak antar lubang agak rapat. Lubang ini nantinya untuk menempatkan gelas air mineral tadi. Pun pada gelas air mineral, bagian bawahnya dilubangi.
3. Aturlah net pot ke dalam lubang styrofoam. Putar dan tata bagian dasar pada net pot, hingga menyentuh bagian permukaan pada larutan nutrisi. Bisa juga ketinggian net pot dibuat rata-rata 5 cm dari dasar wadah bak plastik tadi.
4. Yang terakhir, potonglah rockwool menyerupai kubus berukuran 3 x 3 x 3 cm. Kemudian guntinglah, supaya terbentuk celah. Di sinilah, bibit kangkung tadi diletakkan di area celah rockwool. Setelahnya, tempatkanlah bibit kangkung tersebut pada dasar net pot.
Perawatan tanaman bisa dengan cara berikut ini :
- Menempatkan bak plastik pada area yang terkena cukup sinar matahari,
- Senantiasa jaga kondisi cairan nutrisi agar senantiasa ada,
- Pastikan akar Tanaman tetap menempel pada larutan nutrisi.
Wednesday, 11 March 2015
Menanam Selada Hidroponik
Budidaya selada hidroponik tidak jauh berbeda seperti menanam tanaman sayuran secara hidroponik di artikel - artikel sebelumnya. Menanam selada secara hidroponik memiliki banyak keuntungan dan bisa menjadi bisnis anda dirumah.
Budidaya Selada hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena setiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda - beda. Tapi dengan penjelasan saya dibawah ini semoga pembaca tidak kesulitan untuk memahami cara budidaya selada hidroponik ini.
Bahan yang diperlukan adalah :
Caranya :
Alat/bahan yang diperlukan :
Caranya :
Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.
Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.
Pada saat praktek menanam selada menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada.
Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang,
Biaya untuk buat Rak :
Total Rp. 318.000
Harga pupuk
Untuk pupuk 1 paket bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 140. Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp. 140 = Rp. 11.200
Penjualan
1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000
Budidaya Selada hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena setiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda - beda. Tapi dengan penjelasan saya dibawah ini semoga pembaca tidak kesulitan untuk memahami cara budidaya selada hidroponik ini.
Tahap penyemaian.
Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).Bahan yang diperlukan adalah :
- Baskom bekas untuk penyemaian
- Arang sekam
- Benih selada
- Plastik hitam
Caranya :
- Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
- Taburkan benih secara merata di atas arang sekam.
- Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
- Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
- Tutup dengan plastic hitam selama dua hari.
- Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh.
- Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
- Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.
Tahap pindah tanam.
Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.Alat/bahan yang diperlukan :
- Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastik
- Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
- Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
- Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.
Caranya :
- Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
- Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
- Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
- Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
- Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
- Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
- Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.
Tahap pembesaran
Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen.Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.
Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.
Pada saat praktek menanam selada menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada.
Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang,
Biaya untuk buat Rak :
- Pipa 2,5” 6 batang Rp. 240.000
- Lbow 4 pcs Rp. 24.000
- T join 9 pcs Rp. 54.000
Total Rp. 318.000
Harga pupuk
- Pupuk ABmix 1 paket harga Rp. 75.000
- Ongkir Rp. 65.000
- Total Rp. 140.000
Untuk pupuk 1 paket bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 140. Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp. 140 = Rp. 11.200
Penjualan
1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000
Untuk Diingat
Selada perlu 560-840 ppm nutrisi . Untuk 1 minggu pertama siram memakai air biasa, selanjutnya memakai larutan nutrisi encer (350-400ppm) saja. Jangan lupa harus terkena matahari.
sumber : denmas-kenthus.blogspot.com/2013/12/bertanam-selada-secara-hidroponik.html
Budidaya Cabai dengan Hidroponik System Sumbu
Budidaya cabai secara hidroponik yang saya bahas kali ini menggunakan sistem wick atau sumbu. Budidaya dengan cara hidroponik sama hasilnya dengan bertanam secara organik. Karena selama kebutuhan hara tercukupi, pastinya tanaman apapun akan menghasilkan buah yang optimal. Dan sistem hidroponik ini memiliki keuntungan tidak perlu repot menyiram tanaman. Bagaimana cara budidaya cabai dengan sistem hidroponik? dibawah ini saya tampilkan skema yang saya copy dari (Om Adri Aji).
Dalam Skema tersebut anda memiliki alternatif untuk menggunakan peralatan seperti sterofoam, dengan biaya yang minim dan memanfaatkan barang bekas anda bisa budidaya cabai secara hidroponik dengan kaleng plastic bekas cat tembok dan pot bekas ukuran hampir sama. kita lihat langsung gambarnya


Pasti ada yang bertanya mengapa ada batu dalam media tanam? itu bukan batu tapi cor-coran semen untuk penyangga tanaman. untuk media tanam tetap menggunakan arang sekam sebagai cara budidaya cabai dengan cara hidroponik.
sumber: denmas-kenthus.blogspot.com
Mengenal Nutrisi Hidroponik AB Mix
Mengenal Nutrisi Hidroponik AB Mix
Nutrisi hidroponik AB Mix adalah nutrisi yang khusus untuk sistem hidroponik yang diformulasikan dari garam-garam mineral yang larut dalam air, mengandung unsur-unsur hara penting yang diperlukan tanaman bagi tumbuh dan berkembang.Nutrisi hidroponik AB Mix terdiri dari 2 bagian yaitu bagian A dan bagian B, Cara penggunaannyapun sangat mudah, hanya dengan mencampurkan masing-masing bagian A dan bagian B dengan air, satu persatu secara terpisah, sesuai petunjuk yang diberikan produsen nutrisi tersebut untuk menjadikan larutan stok / pekatan. Larutan stok ini perlu dicairkan lagi dengan air jika hendak digunakan. ( Jangan mencampurkan larutan A dan Larutan B sekaligus karena akan terjadi pengendapan ).
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mencampur nutrisi hidroponik sehingga nantinya nutrisi dapat diserap tanaman secara maksimal adalah:
pH Larutan Nutrisi:
pH adalah ukuran asam dan basa suatu larutan. Alat untuk mengukur asam dan basa larutan adalah pH meter atau bisa juga menggunakan kertas lakmus. Nilai pH berkisar antara 0-14, pH < 7 maka larutan besifat Asam, begitu pula sebaliknya jika pH > 7 maka larutan bersifat Basa.pH akan mempengaruhi penyerapan akar terhadap unsur-unsur hara yang terkandung dalam Nutrisi yang diberikan. Secara umum tanaman cenderung menyukai kondisi pH antara 6-6.5. Apabila pH terlalu rendah akar akan mengalami kesulitan dalam menyerap unsur-unsur hara sehingga akan terjadi defisiensi hara. begitu pula sebaliknya apabila pH lebih besar dari 7.akan terjadi pengendapan unsur unsur hara micro dalam nutrisi, sehingga akar tidak dapat menyerap unsur hara micro tersebut, akibatnya tanaman akan mengalami defisiensi hara juga.
Berikut ini disajikan tabel hubungan antara kondisi pH dan kemampuan penyerapan unsur hara oleh akar tanaman
Kepekatan Larutan Nutrisi
Untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi digunakan alat EC meter (Electrical Conductivity) yang dinyatakan dengan satuan milliSiemens/cm (mS/cm) atau menggunakan TDS meter (Total Dissolved Solids) dinyatakan dalam satuan parts per million (ppm) dimana 1 ppm= 1mg/liter. Setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Jika nutrisi yang kita berikan kadarnya terlalu rendah maka tanaman akan kurang subur, pertumbuhannya lambat dan kerdil. Begitu pula sebaliknya jika nutrisi terlalu tinggi, tanaman akan mengalami stress dan pertumbuhannya menjadi terganggu. Dengan memberikan nutrisi yang tepat dan menjaga kestabilan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman, maka tanaman akan tumbuh sehat dan optimal.Bagi anda yang ingin menanam secara hidroponik, tetapi belum mempunyai alat ukur tersebut diatas, pastikan anda membaca aturan pakai yang tercantum dikemasan pupuk yang anda beli. Biasanya pupuk tersebut didesain untuk jenis tanaman tertentu misalnya sayuran daun, cabai, tomat, tanaman bunga dan lain-lain, Perhatikan komposisi perbandingan campuran pupuk dengan air.
sumber : imamwibawa.blogspot.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)





























